Blinking Cute Box Cat

Senin, 05 Desember 2011

Borland Delphi 7

03-26-2011, 04:53 PM
1.PERKENALAN BORLAND DELPHI 7

1,1.Tentang Delphi 7

Borland Delphi adalah program aplikasi data base yang berbasis object pascal dari Borland. Untuk lebih cepatnya memahamir Delphi maka diharapkan Anda mempelajari bahasa computer Turbo Pascal.terlebih dulu.

1.2. Memulai pemakaian Delphi

Langkah –langkah untuk memulai program Delphi adalah sebagai berikut:
1.Nyalakan computer, tunggu sampai muncul desktop.
2.Klik tombol Start yang berada di taskbar.
3.Pilih menu Program
4.Pilih dan klik Borland Delphi 7, lalu klik Delphi 7, tunggu sampai muncul jendela Aplikasi Delphi 7..

1.3. Form

Form adalah suatu jendela untuk menempatkan komponen – komponen untuk pembuatan sebuah aplikasi (program) atau juga disebut project.

1.4. Membuat project untuk penampilan tulisan .

Langkah –langkah awal untuk membuat project (program)sebagai berikut:.
1.Mulai pemakaian Delphi ,caranya seperti poin 1.2 di atas..
2.Ubah caption dari Form 1 menjadi PERCOBAAN PERTAMA .caranya :
• Aktifkan Tab properties dari Object Inspektor .
• Klik property Caption dan Ubah Form 1 dengan PERCOBAAN PERTAMA.
3.Klik komponen Button dari Tab Standard
• Lalu bentangkan pada Form dan ganti caption dari Button1 menjadi PESAN 1 (boleh ada spasi)
• Juga Name-nya diganti dari Button1 menjadi Tom1. Pembuatan Name tidak boleh ada spasi.
4.Lagi klik komponen Button, dan bentangkan pada Form
• Ganti caption –nya dengan PESAN II
• Ganti Name-nya dangan Tom 2.
5.Tambahkan pada Form komponen Label, caranya: Klik komponen Label dan bentangkan pada Form, dan ganti caption-nya dengan Pesan Untuk Anda
6.Tambahkan disebelah kanan Label, dengan sebuah komponen Edit, dan hapus tulisan Edit1 pada property Text, caranya:
• Edit harus aktif
• Klik property Text, lalu hapus tulisan Edit1 dengan menekan Delete pada keyboard.
7.Sekarang kita akan memasukkan / mengetik program (event handler).Agar setelah aplikasi ini dijalankan, muncul tulisan Selamat Datang di Delphi pada komponen Edit, jika tombol PesanI di klik oleh user.
Caranya:
• Klik tombol PESAN I.
• Klik Event ONKLIK
• Klik 2x pada Tom1, sehingga muncul tempat untuk mengetik program.
• Ketiklah:
Edit1 .Text :=’Selamat Datang di Delphi ‘;

1,5 Membuat aplikasi ,untuk membaca dan menampilkan data dengan Edit.

1. Klik File, New, Application , sehingga muncul Form. Gantilah caption form tsb dengan Fungsi Edit.
2.Tambahkan 4 buah Label dan ubah captionnya menjadi : Nama Pembeli , Kode Barang , Banyak Barang , Total Harga
3. Tambahkan 4 buah komponen Edit dan kosongkan masing- masing kotak kotak Edit tersebut. (Klik property Text, dan hapus tulisannya dengan Delete.
4. Tambahkan sebuah komponen Button dan ubah captionnya menjadi HITUNG.


5. Cara mengubah font ( jenis, warna, ukuran dll )
• Klik tombol HITUNG , agar menjadi aktif.
• Klik property Font , lalu ubah : color-nya menjadi Red , Size menjadi 13 , style menjadi Bold
6. Sekarang kita memasukkan program ( event handles )
• Klik tombol HITUNG , agar menjadi aktif
• Klik event On Click
• Klik 2x pada Button 1 , sehingga muncul tempat menulis program , dan ketiklah

• Dibawah baris procedure diketik program berikut ini
Var banyak , harga , bayar : real
• Diantara Begin dan end diketik program berikut:
Banyak : = StrTo Float ( Edit3 , Text ) ;
Case StrToInt ( Edit2 . Text ) of
1 : Harga : = 1500 ;
2 : Harga : = 2000 ;
3 : Harga : = 2500 ;
end ;
Bayar : Banyak * Harga ;
Edit 4 . Text : = Float to str ( Bayar ) ;
end ;

7. Coba jalankan (Tekan F9 ) .
8. Agar kembali ke Form , tekanlah F 12
9. Agar setelah aplikasi ini di jalankan , dan klik tombol PESAN II akan muncul tulisan : ‘Pelajari Delphi dengan Cepat ‘ , maka programnya :
Edit . Text : ‘Pelajari Delphi dengan Cepat ‘ ;
10. Untuk menjalankan aplikasi (program) ada 3 cara :
• Klik Tombol RUN pada toolbar
• Klik RUN , RUN pada menu bar
• Tekan F9 , pada key board.


11. Setelah di RUN , cobalah :
• Klik tombol PESAN I , apa yang muncul pd Edit ?
• Klik tombol PESAN II , apa yang muncul pd Edit ?

Kesimpulan : Anda telah mengenal/memahami: :
a. Jendela Form
b. Komponen Button
c. Komponen Edit
d. Komponen Label
e. Cara menampilkan tulisan pada Edit.

1.6. Aplikasi degnan RadioButton

Jika ada beberapa Radio Button dalam Form hanya salah satu saja yang bisa dipilih . Aplikasi yang akan dibuat adalah hampir sama dgn aplikasi sebelumnya,yaitu tentang Pembelian Barang.. Perbedaannya terletak pada Kode Barang . Aplikasi ini tidak memakai Kode Barang ,melainkan dengan memilih Nama Barang yang dibeli melalui Radio Button yang dikelompokkan dgn Group Box
Langkah-langkah pembuatan aplikasi tersebut:
1. Tambahkan 3 Label, dengan caption: Nama Langganan , Banyak Barang ,Jumlah Pembayaran
2. Tambahkan 3 Edit , dan hapus / kosongkan dengan meng klik property Text, lalu Delete pada tulisan Edit –nya masing-masing
3. Tanbahkan sebuah Button dan ubah captionnya menjadi . HITUNG
4. Tambahkan komponen GroupBox dan ubah captionnya menjadi Jenis Barang
5. Tambahkan 3 RadioBatton kedalam GroupBox dan ubah masing-masing captionnya menjadi Pensil, Buku dan Map
6. Salah satu RadioButton dijadikan default, misalnya RadioButton1, yaitu Pensil akan dijadikan default, caranya: klik property Checked dari RadioButton1 menjadi True

7. Tulis program (event handler) pada tombol Hitung (Button 1 ) sebagai berikut:
Var banyak, harga, bayar: Real;
Begin
Banyak: = StrToFloat (Edit2..Text);
If RadioButton 1. Checked Then Harga:=1000;
If RadioButton 2. Checked then Harga :=2000;
If RadioButon 3. Checked then Harga :=3500;
Bayar := Banyak * Harga ;
Edit3. Text:= FloatToStr(Bayar);
End;

Arti dari: If RodioButton1.Checked then Harga :=1000; adalah, Jika RodioButton1 di klik (RadioButton1.Checked bernilai True) maka Harga diberi nilai 1000. Begitu seterusnya .

1.7. Mengelompokkan beberapa pilihan dengan RadioGroup.
Kita akan membuat aplikasi seperti aplikasi sebelumnya. Aplikasi sebelumnya memakai RadioButton di dalam GroupBox, sedangkan aplikasi ini hanya memakai satu komponen, yaitu komponen RadioGroup.
Cara memperbaiki Aplikasi sebelumnya menjadi aplikasi yg kita maksudkan:
1. Open aplikasi sebelumnya.
2. Klik pada GroupBox, lalu tekan Delete . supaya GroupBox beserta RadioButton –nya terhapus.
3. Ganti dengan komponen RadioGroup.
4. Ubah caption-nya menjadi Jenis Barang.
5. Klik pada property Items, sehingga muncul String List Editor. Kliklah:Pensil, tekan enter, Klik:Buku, tekan enter, klik: Map, tekan enter. Terakhir Klik OK.
6 Klik pada property Columms, kelihatan nilainya = 1. Hal ini berarti bahwa tulisan: Pensil, Buku, Map, disusun secara vertical memakai 1 (satu) kolom. Ubahlah nilai tersebut menjadi 3, supaya tulisan Pensil, Buku, dan Map disusun secara horizontal (dalam 3 kolom).
7. Buatlah supaya Pilihan I (Pensil) menjadi default. Ternyata Pilihan I (Pensil) nilainya = 0, Pilihan II (Buku) nilainya 2. Sekarang klik property ItemIndex, ternyata nilinya -1, maka ubahlah menjadi 0, agar Pilihan I menjadi default.
8. Ketik Event Handler untuk tombol Hitung;

var banyak, harga, bayar : real ; Began
Banyak:= StrToFloat (Edit2.Text);
case RadioGroup1, Item Index of
0 : Harga : = 1000;
1 : Harga : = 2000;
2 : Harga : = 3500;
Bayar : = Banyak * Harga;
Edit3 . text : = FloatToStr (Bayar) ;
end;


1.8.Aplikasi dengan memanfaatkan Scroll Bar kita akan mengubah aplikasi sebelumnya.
Perhatikan pada aplikasi sebelumnya, untuk memasukkan nilai pada kotak Banyak Barang (yaitu pada Edit2) dengan mengetikkan bilangan.. Tetapi pada aplikasi ini, untuk memasukkan data (nilai) tersebut dengan menggeserkan kotak peluncur pada ScrollBar. Caranya:
1. Klik komponen Scroll Bar, lalu bentangkan di Form
2. Klik property Max dan Min kemudian ubah Max dan Minnya sesuai dengan kemauan anda. Misalnya: Max = 50 dan Min = 10
3. Masukkan program (event handler) dari ScrollBar1 . Caranya: Klik Tab Events dari Objek Inspektor lalu klik OnScroll, sehingga muncul Code Editor dan ketiklah:

Edit2 . Text : = FloatToStr (Scroll Bar1 . Postion);



1.9 Soal:
Buatlah Application untuk menghitung nilai rata-rata, nilai akhir (*Nilai matematika + 2 Nilai Bahasa Inggris + Nilai Bahasa Indonesia)/6, dan tentukan kelulusannya, dengan ketentuan:
• Dinyatakan LULUS jika nilai akhirnya ≥ 6
• Dinyatakan GAGAL jika nilai akhirnya < 6

Acuan:
MATEMATIKA Edit1 ScrollBar1
BAHASA INGGRIS Edit2 ScrollBar2
BAHASA INDONESIA Edit3 ScrollBar3
HITUNG RATA-RATA Edit4
NILI AKHIR Edit5
KETERANGAN Edit6

• Program untuk ScrollBar1, ScrollBar2 atau ScrollBar3 adalah:
Edit1.text : = FloatToSta ( ScrollBar1. Position);
• Program untuk Button1
Var n1, n2, n3, nR, na:: Real
Begin
n 1 : = StrTo Float (Edit1.Text);
n 2 : = StrTo Float (Edit2.Text);
n 3 : = StrTo Float (Edit3.Text);
nr : Int ((n 1 + n2 + n3) / 3) ;
Edit4 . Text : = FloatToStr (nr) ;
na : = int ((3*n1 + 2*n2 + n3) / 6) ;
Edit5.Text : = FloatToStr (na) ;
IF na >=60 Then Edit6 Text : = ‘LULUS’ ;
Else Edit6 Text : = ‘GAGAL’ ;

Anjuran: Setelah RUN, ScrollBar 1,2, dan 3 belum digeser, tetapi sudah diklik pada Button, akibatnya tidak valid, sebab yang dirata - ratakan
Edit1 + Edit2 + Edit3, dimana ketiga komponen tersebut nilai-nya adalah String (text).
Sebaiknya : Property Text dari Edit1, Edit2, dan Edit3 diubah menjadi bilangan, misalnya 0 atau bilangan lain, supaya dapat dirata - ratakan atau dicari nilai akhirnya.

1.10 Buatlah suatu Aplikasi dengan menggunakan komponen2 berikut ini :


1. Komponen Memo :
Setelah di RUN maka Memo dapat diisi tulisan secara langsung.pada kotak Memo tersebut dan dapat juga diketik melalui Edit, tetapi harus diisi program sebagai berikut terlebih dulu pada Edit1.

Memo1. Text : = Edit1.Text ;

2. Komponen ComboBox, ComboBox mempunyai prilaku yang sama dengan Edit. Program pada ComboBox1 adalah
:
Memo1.Text : = ComboBox1.Text ;

Prilaku yang lain dari ComboBox adalah dapat diisi beberapa pilihan , caranya :
• Klik Property Items, lalu klik tanda …
• Lalu ketik pilihannya : misalnya :
 Mencoba Delphi , enter
 Mencoba Memo, enter
 Coba ListBox, klik Ok
3. Komponen ListBox, : ListBox dapat pula diisi pilihan (Items), caranya :
• Aktifkan ListBox, lalu klik property Items
• Lalu klik tanda …, lalu ketik pilihannya
• Misalnya:
 Kotak Memo menjadi merah, enter
 Kotak Memo menjadi biru, enter
 Kotak Memo menjadi kuning, klik Ok
4. Agar warna Memo berubah sesuai dengan items pada ListBox1, maka perlu ditambahkan komponen Button. Kemudian diisi event handler (program) sbb:

Memo1. Clear ; {memo1 supaya bersih}
Memo2. Lines.Add(ComboBox1. Text);

Arti program di atas adalah : Supaya ke dalam Memo1 ditambah suatu baris yang berisi teks yang berasal dari ComboBox1.

Memo1. Lines.Add(‘Tulisan dari List Box’
+IntToStr(List Box1. Item Index)) ;

Artinya : Pada baris lain ditulis tulisan dari ListBox dan tulisan yang berasal
dari Item (pilihan) pada ListBox. Dan nilai Item tersebuy adalah:
Item Index yang pertama nilainya 0
Item Index yang kedua nilainya 1
Item Index yang ketiga nilainya 2, dst.
Kemudian ketiklah programnya sebagai berikut:


Case ListBox1. ItemIndex of
0 : Memo1. Color : = clRed ;
1 : Memo1. Color ; = clAqua ;
2 : Memo1. Color : = clYellow ;
End ;
End ;


5. Komponen GroupBox.
Komponen ini berguna untuk menampung beberapa komponen lain.di dalamnya.
Cara menggunakan:
• Bentangkanlah sebuah GroupBox pada Form.
• Bentangkan 4 buah komponen CheckBox di dalam GroupBox dan masing masing dengan caption; Teks Berwarna Putih;Teks Cetak Miring ,Teks Cetak Tebal dan Teks Bergaris Bawah
6. Bentangkan lagi sebuah komponen Bulton yang kedua dan buat/kelik event handler berikut:
IF CheckBox1. State = Checked
Then Memo1.Font . Color = clWhite
Else Memo1.Font . Color = cl Red ;
Memo1. Font . Style = [] ;
If CheckBox2 State = cbChecked then
Memo1 . Font . Style = [fsItalic];
If CheckBox3 . State = cbChecked then
Memo1 . Font . Style = Memo1. Font . Style + [fsBold];.

7. Bentangkan lagi Button yang ketiga, yaitu untuk mengakhiri program. Ketiklah event handler (progam) nya sebagai berikut:
Application . Terminate;





2. MEMBUAT APLIKASI

2.1. Buatlah aplikasi baru
• Ubah caption dari form menjadi Aplikasi Menu.
• .Tambahkan komponen MainMenu dan PopUpMenu, komponen ini dapat dibentangkan di mana saja, karena komponen ini nonvisual (tidak nampak setelah di aplikasinya dijalankan)
• .Mengisi item item pada MainMenu,.Caranya, klik (aktipkan0 MainMenu, .klik property Items lalu klik tanda.... sehingga muncul menu Desig ner yang isinya sebuah kotak hitam yang kosong, lalu ketik-lah : &Pilihan (Tanda & dipakai untuk menyatakan Shortcut, yaitu agar tampilan huruf P berisi garis bawah.
• Kemudian.klik item /kotak yang dibawahnya, lalu ketik beberapa item kebawahnya : Kotak Edit warna &Biru
Kotak Edit warna &Menu
Kotak Edit warna &Hijau
• Sekarang klik item (kotak) yang berada disebelah kanan item pilihan tersebut di atas, lalu ketik: &KELUAR
• Dilanjutkan dengan mengisi program (event handler) pada masing-masing item dari MainMenu, klik ganda item pertama (kotak Edit warna Biru) sehingga muncul lembar Code Editor, lalu ketik program berikut ini:
Edit1 . Color:= clBlue;
• Lalu klik ganda pada item kedua ( kotak Edit warna Menu), Lalu ketik:
Edit1 . Color := clMenu;
• Klik ganda item ketiga (kotak Edit warna Hijau), lalu ketik :
Edit . Color := clLime;
• Klik ganda item KELUAR, lalu ketik programnya:
Application . Terminate;
• Kita akan melanjutkan membuat komponen PopUpMenu., dengan cara:
o .klik komponen PopUpMenu
o .klik property Items, lalu klik tanda ...
o .lalu ketiklah Item-item pada lembar Editor, yaitu sebagai berikut:
Teks warna &Kuning, tekan enter
Teks warna &Merah , tekan enter
Teks warna &Default, klik Close[X]
Untuk setiap item di atas harus diisi program, caranya adalah sebagai berikut:
.Klik ganda pada item Teks warna Kuning, lalu ketik program berikut:;
Edit1 . Font . Color := clYellow;
Klik ganda pada item Teks warna Merah, lalu ketik program berikut:;
Edit1 . Font . Color := clRed:
Klik ganda pada item Teks warna Default, lalu ketik program berikut:;
Edit1. Font . Color := clWindow . Text:
• Pilihan ( item-item ) dari PopUpMenu tidak keliatan setelah programnya dijalankan, agar bisa kelihatan maka harus dihubungkan dengan komponen lain , misalnya komponen: Edit, Label, Button, atau CheckBox, caranya klik (aktifkan) komponen yang akan dihubungkan, lalu :kik propurty PopUPMenu dilanjutkanmeng-klik segitiganya, lalu pilih PopUpMenu1

2.2. Membuat Submenu pada komponen MainMenu
• Tambahkan komponen MainMenu
• Buatlah pilihan-pilihan (item-item), caranya sebagai berikut:
o klik MainMenu1 pada Object TreeView atau boleh juga pada Form
o klik property Items, dan klik tanda ….
o Lalu ketik Item-itemnya (pilihan): Merah, Putih, Kuning
• Untuk membuat sub menunya:
o .klik salah satu, misalnya Merah
o klik kanan lagi pada Merah, lalu pilih Create Sub Menu.
o lalu ketik : misalnya Tulisan Miring, Tulisan Tebal dan Tulisan Bergaris
o .klik Close, untuk mengakhiri.
• Tambahkan sebuah komponen Memo, lalu isikan tulisan , caranya: pilih property. Lines, lalu klik tanda …. Kemudian ketik : Yang bertanda tangan di bawah ini ….dst , diakhiri dengan mengklik OK.
• Kita akan mengisi program pd item-item tersebut: caranya:
o klik item Merah, lalu klik event OnClick.
o Double Click pada item Merah ,lalu ketik programnya:
Memo1 . Color := elRed::
o klik item tulisan Miring ,lalu klik event OnClick
o .klik ganda pada item tulisan Miring, lalu ketik :

Memo1 . Font . Style := [ fsItalic];:

• Cobalah sendiri isikan program pada item-item yang lainnya.

2.3. Memakai komponen Frame.
• Frame adalah sebuah kontainer yang dapat menampung komponen-komponen lainnya. Dan frame dapat ditempatkan di dalam Form..
• Bila akan membuat frame, tutuplah terlebih dulu Form dan Unitnya tanpa disimpan.
• . klik File, New ,Frame.
• . Kemudian simpanlah Aplikasi ini dan beri nama untuk unitnya: UPening Pas dan untuk projectnya: PPeating .dpr.. Ubah projerty Nama .nya dengan Penting
• .Tambahkan komponen Button dan Edit .
• .Dan buatlah program untuk Button OnClick seperti berikut:
Edit1 . Text := ’Selamat Datang di Frame’ ;:

• Buat lagi Bolton dan berikan event handler-nya
Application . Terminate;
• Cara meletakkan Frame yang sudah dirancang ke dalam Ckomponen Palette sebagai sebuah icon.
o .Klik kanan pada lembar kerja Frame.
o .Klik Add to Palette., lalu .pilih nama Tab pada komponen Palette,misalnya: Staudard.
o .Klik tombol Change apabila perlu dengan gambar icon yang lain.
o Kilk OK
• Apabila Anda menaruh pointer mouse di atas icon frame,yang baru dimasukkan ke komponen Standard maka akan muncul namanya.
• Bila akan menghapus keberadaan icon frame tersebut, caranya::
o .Klik kanan pada icon tersebut.
o .Klik Properties , cari nama icon tersebut dalam daftar (letaknya biasanya paling bawah ).
o Klik nama icon tersebut, lalu klik tombol Delete dan ,untuk mengakhiri klik OK.
• Cara memekai icon frame yang baru dimasukkan ke Component Palette
o .Buat Aplikasi baru (klik File, New, Application) ada 2 cara:
 .Cara pertama:.Klik icon frame tersebut ,lalu bentangkan pada Form, lalu klik Yes dalam kotak Confirm.
 .Cara kedua:.Klik komponen Frames pada tab Standard,dan Klik di Form.
o .Lalu pilih salah satu nama Frame yang tersimpan, .Klik OK.
Setelah proses itu ,maka komponen dalam Frame tadi dapat digunakan seperti biasa.

2,4.Buatlah sebuah Frame.
• Tambahkan komponen Timer (dari Tab System), Label, Edit, Panel.
• .Berikan program, caranya: klik Timer1 dan klik Event OnTime.
• Klik ganda pada Timer1 ,sehingga muncul Code Editor.
• .Ketiklah programnya:
Panel1 . Caption := TimeToStr(Time) ;
Edit1 . Text := TimeToStr(Time).;
Label1 . Caption := TimeToStr(Time);.

• .Simpan: Aplikasi ini, caranya:
• .Klik File, Save Project As, lalu untuk Unit-nya beri nama: UJam.pas lalu klik Save.
• .Ketik nama untuk Project-nya : PJam,dpr, klik Save.




3..PEMAKAIAN KOMPONEN DARI TAB ADDITIONAL.

3.1.Komponen MaksEdit untuk memformat data yang masuk/dimasukkan.
• MaksEdit dapat mengontrol validasi data yang dimasukkan oleh user.
Contoh Aplikasinya::
o Tambahkan 6 Label, 6 MaskEdit, dan 2 Button.
o Ubah Caption dari Label tersebut dengan : Nama, Alamat, Kode Pos, Gaji, Tunjangan, Gaji Bersih, lalu ubah Caption dari Button menjadi PROSES dan KELUAR.
Nama: Maskedit1 PROSES
Alamat: MaskEdit2 KELUAR
Kode Pos: MaskEdit3
Gaji: MaskEdit4
Tunjangan: MaskEdit5
Gaji Bersih: MaskEdit6

• Aktifkan MaskEdit1, Klik property EditMask.
• Klik Tanda … sehingga muncul jendela Input MaskEditor.
• Kotak Imput MaskEdit , untuk mendefisinikan mask. untuk membuat definisi tersebut Anda harus tahu/memahami berikut ini

Kode Artinya
> Semua karakter yang mengikuti di ubah menjadi kapital sampai di tutup dengan tanda <,(misalnya::>LLL<LL maka 3 L yang didepan akan menjadi huruf kapital ,Sedangkan 2 L berikutnya akan tetap seperti apa yang diketik oleh User.
< Semua karakter yang mengikuti akan diubah menjadi huruf kecil sampai di tutup dengan >
< > Tidak ada perubahan ke huruf kecil atau ke huruf besar.
\ Karakter yang mengikuti dijadikan literal
L , l Menerima karakter A -Z, a-z, tanpa spasi
A, a Menerima karakter dan angka , tanpa spasi
C, c Menerima sembarang karakter, angka, tanda-tanda baca, spasi.
Kode Artinya
0 - 9 Menerima angka saja, tanpa spasi
_ (garis bawah), sebagai tempat mengetik huruf atau karakter.
: (titik dua), sebagai pemisah pada jam, menit, detik.
/ (garing) sebagai pemisah pada tanggal, bulan, tahun.
: (titik koma) sebagai pemisah tiga bagian dari Mask.
# Menerima angka, tanda plus (+), min (-), dan spasi.


• Sekarang lanjutkan pembuatan Aplikasi di atas, isikanlah kotak input Mask untuk masing - masing Mask
MaskEdit1 di isi dengan : ccccccccc;0;_
MaskEdit2 di isi dengan: cccccccccccccccc;o;$
MaskEdit3 di isi dengan: 99999;1;=
MaskEdit4 di isi dengan: 9999;1;=
MaskEdit5 di isi dengan: 9999;1;@
MaskEdit6 di isi dengan: 999999;1;=
• Masukan program untuk button1, caranya: aktifkan button1, klik event klik OnClick, klik dua kali pada Button1, ketik programnya :
MaskEdit3 . Text := FloatToStr(StrToFloat (MaskEdit1 . Text)+ StrToFloat(MaskEdit2 . Text ));
• Seperti biasa ketiklah program pada Button KELUAR:
Application . Terminate;
• .Coba di jalankan (Tekan F9), lalu masukan pada MaskEdit1 bilangan: 950 dan pada MaskEdit2 bilangan: 145, lalu klik Button1 (PROSES )









DAFTAR PUSTAKA

Hengky, (2004). Pemrograman Database Menggunakan Delphi 7.0 PT Elex Media Komputindo, Jakarta.

Inge Martina, (2000),36 Jam Belajar Komputer Delphi 5.0, PT Elex Media Komputindo kelompok Gramedia, Jakarta

Madcoms Madiun, (2002),Pemrograman Borland Delphi 7, CV Andi Offset, Yogyakarta.
1.PERKENALAN BORLAND DELPHI 7

1,1.Tentang Delphi 7

Borland Delphi adalah program aplikasi data base yang berbasis object pascal dari Borland. Untuk lebih cepatnya memahamir Delphi maka diharapkan Anda mempelajari bahasa computer Turbo Pascal.terlebih dulu.

1.2. Memulai pemakaian Delphi

Langkah –langkah untuk memulai program Delphi adalah sebagai berikut:
1.Nyalakan computer, tunggu sampai muncul desktop.
2.Klik tombol Start yang berada di taskbar.
3.Pilih menu Program
4.Pilih dan klik Borland Delphi 7, lalu klik Delphi 7, tunggu sampai muncul jendela Aplikasi Delphi 7..

1.3. Form

Form adalah suatu jendela untuk menempatkan komponen – komponen untuk pembuatan sebuah aplikasi (program) atau juga disebut project.

1.4. Membuat project untuk penampilan tulisan .

Langkah –langkah awal untuk membuat project (program)sebagai berikut:.
1.Mulai pemakaian Delphi ,caranya seperti poin 1.2 di atas..
2.Ubah caption dari Form 1 menjadi PERCOBAAN PERTAMA .caranya :
• Aktifkan Tab properties dari Object Inspektor .
• Klik property Caption dan Ubah Form 1 dengan PERCOBAAN PERTAMA.
3.Klik komponen Button dari Tab Standard
• Lalu bentangkan pada Form dan ganti caption dari Button1 menjadi PESAN 1 (boleh ada spasi)
• Juga Name-nya diganti dari Button1 menjadi Tom1. Pembuatan Name tidak boleh ada spasi.
4.Lagi klik komponen Button, dan bentangkan pada Form
• Ganti caption –nya dengan PESAN II
• Ganti Name-nya dangan Tom 2.
5.Tambahkan pada Form komponen Label, caranya: Klik komponen Label dan bentangkan pada Form, dan ganti caption-nya dengan Pesan Untuk Anda
6.Tambahkan disebelah kanan Label, dengan sebuah komponen Edit, dan hapus tulisan Edit1 pada property Text, caranya:
• Edit harus aktif
• Klik property Text, lalu hapus tulisan Edit1 dengan menekan Delete pada keyboard.
7.Sekarang kita akan memasukkan / mengetik program (event handler).Agar setelah aplikasi ini dijalankan, muncul tulisan Selamat Datang di Delphi pada komponen Edit, jika tombol PesanI di klik oleh user.
Caranya:
• Klik tombol PESAN I.
• Klik Event ONKLIK
• Klik 2x pada Tom1, sehingga muncul tempat untuk mengetik program.
• Ketiklah:
Edit1 .Text :=’Selamat Datang di Delphi ‘;

1,5 Membuat aplikasi ,untuk membaca dan menampilkan data dengan Edit.

1. Klik File, New, Application , sehingga muncul Form. Gantilah caption form tsb dengan Fungsi Edit.
2.Tambahkan 4 buah Label dan ubah captionnya menjadi : Nama Pembeli , Kode Barang , Banyak Barang , Total Harga
3. Tambahkan 4 buah komponen Edit dan kosongkan masing- masing kotak kotak Edit tersebut. (Klik property Text, dan hapus tulisannya dengan Delete.
4. Tambahkan sebuah komponen Button dan ubah captionnya menjadi HITUNG.


5. Cara mengubah font ( jenis, warna, ukuran dll )
• Klik tombol HITUNG , agar menjadi aktif.
• Klik property Font , lalu ubah : color-nya menjadi Red , Size menjadi 13 , style menjadi Bold
6. Sekarang kita memasukkan program ( event handles )
• Klik tombol HITUNG , agar menjadi aktif
• Klik event On Click
• Klik 2x pada Button 1 , sehingga muncul tempat menulis program , dan ketiklah

• Dibawah baris procedure diketik program berikut ini
Var banyak , harga , bayar : real
• Diantara Begin dan end diketik program berikut:
Banyak : = StrTo Float ( Edit3 , Text ) ;
Case StrToInt ( Edit2 . Text ) of
1 : Harga : = 1500 ;
2 : Harga : = 2000 ;
3 : Harga : = 2500 ;
end ;
Bayar : Banyak * Harga ;
Edit 4 . Text : = Float to str ( Bayar ) ;
end ;

7. Coba jalankan (Tekan F9 ) .
8. Agar kembali ke Form , tekanlah F 12
9. Agar setelah aplikasi ini di jalankan , dan klik tombol PESAN II akan muncul tulisan : ‘Pelajari Delphi dengan Cepat ‘ , maka programnya :
Edit . Text : ‘Pelajari Delphi dengan Cepat ‘ ;
10. Untuk menjalankan aplikasi (program) ada 3 cara :
• Klik Tombol RUN pada toolbar
• Klik RUN , RUN pada menu bar
• Tekan F9 , pada key board.


11. Setelah di RUN , cobalah :
• Klik tombol PESAN I , apa yang muncul pd Edit ?
• Klik tombol PESAN II , apa yang muncul pd Edit ?

Kesimpulan : Anda telah mengenal/memahami: :
a. Jendela Form
b. Komponen Button
c. Komponen Edit
d. Komponen Label
e. Cara menampilkan tulisan pada Edit.

1.6. Aplikasi degnan RadioButton

Jika ada beberapa Radio Button dalam Form hanya salah satu saja yang bisa dipilih . Aplikasi yang akan dibuat adalah hampir sama dgn aplikasi sebelumnya,yaitu tentang Pembelian Barang.. Perbedaannya terletak pada Kode Barang . Aplikasi ini tidak memakai Kode Barang ,melainkan dengan memilih Nama Barang yang dibeli melalui Radio Button yang dikelompokkan dgn Group Box
Langkah-langkah pembuatan aplikasi tersebut:
1. Tambahkan 3 Label, dengan caption: Nama Langganan , Banyak Barang ,Jumlah Pembayaran
2. Tambahkan 3 Edit , dan hapus / kosongkan dengan meng klik property Text, lalu Delete pada tulisan Edit –nya masing-masing
3. Tanbahkan sebuah Button dan ubah captionnya menjadi . HITUNG
4. Tambahkan komponen GroupBox dan ubah captionnya menjadi Jenis Barang
5. Tambahkan 3 RadioBatton kedalam GroupBox dan ubah masing-masing captionnya menjadi Pensil, Buku dan Map
6. Salah satu RadioButton dijadikan default, misalnya RadioButton1, yaitu Pensil akan dijadikan default, caranya: klik property Checked dari RadioButton1 menjadi True

7. Tulis program (event handler) pada tombol Hitung (Button 1 ) sebagai berikut:
Var banyak, harga, bayar: Real;
Begin
Banyak: = StrToFloat (Edit2..Text);
If RadioButton 1. Checked Then Harga:=1000;
If RadioButton 2. Checked then Harga :=2000;
If RadioButon 3. Checked then Harga :=3500;
Bayar := Banyak * Harga ;
Edit3. Text:= FloatToStr(Bayar);
End;

Arti dari: If RodioButton1.Checked then Harga :=1000; adalah, Jika RodioButton1 di klik (RadioButton1.Checked bernilai True) maka Harga diberi nilai 1000. Begitu seterusnya .

1.7. Mengelompokkan beberapa pilihan dengan RadioGroup.
Kita akan membuat aplikasi seperti aplikasi sebelumnya. Aplikasi sebelumnya memakai RadioButton di dalam GroupBox, sedangkan aplikasi ini hanya memakai satu komponen, yaitu komponen RadioGroup.
Cara memperbaiki Aplikasi sebelumnya menjadi aplikasi yg kita maksudkan:
1. Open aplikasi sebelumnya.
2. Klik pada GroupBox, lalu tekan Delete . supaya GroupBox beserta RadioButton –nya terhapus.
3. Ganti dengan komponen RadioGroup.
4. Ubah caption-nya menjadi Jenis Barang.
5. Klik pada property Items, sehingga muncul String List Editor. Kliklah:Pensil, tekan enter, Klik:Buku, tekan enter, klik: Map, tekan enter. Terakhir Klik OK.
6 Klik pada property Columms, kelihatan nilainya = 1. Hal ini berarti bahwa tulisan: Pensil, Buku, Map, disusun secara vertical memakai 1 (satu) kolom. Ubahlah nilai tersebut menjadi 3, supaya tulisan Pensil, Buku, dan Map disusun secara horizontal (dalam 3 kolom).
7. Buatlah supaya Pilihan I (Pensil) menjadi default. Ternyata Pilihan I (Pensil) nilainya = 0, Pilihan II (Buku) nilainya 2. Sekarang klik property ItemIndex, ternyata nilinya -1, maka ubahlah menjadi 0, agar Pilihan I menjadi default.
8. Ketik Event Handler untuk tombol Hitung;

var banyak, harga, bayar : real ; Began
Banyak:= StrToFloat (Edit2.Text);
case RadioGroup1, Item Index of
0 : Harga : = 1000;
1 : Harga : = 2000;
2 : Harga : = 3500;
Bayar : = Banyak * Harga;
Edit3 . text : = FloatToStr (Bayar) ;
end;


1.8.Aplikasi dengan memanfaatkan Scroll Bar kita akan mengubah aplikasi sebelumnya.
Perhatikan pada aplikasi sebelumnya, untuk memasukkan nilai pada kotak Banyak Barang (yaitu pada Edit2) dengan mengetikkan bilangan.. Tetapi pada aplikasi ini, untuk memasukkan data (nilai) tersebut dengan menggeserkan kotak peluncur pada ScrollBar. Caranya:
1. Klik komponen Scroll Bar, lalu bentangkan di Form
2. Klik property Max dan Min kemudian ubah Max dan Minnya sesuai dengan kemauan anda. Misalnya: Max = 50 dan Min = 10
3. Masukkan program (event handler) dari ScrollBar1 . Caranya: Klik Tab Events dari Objek Inspektor lalu klik OnScroll, sehingga muncul Code Editor dan ketiklah:

Edit2 . Text : = FloatToStr (Scroll Bar1 . Postion);



1.9 Soal:
Buatlah Application untuk menghitung nilai rata-rata, nilai akhir (*Nilai matematika + 2 Nilai Bahasa Inggris + Nilai Bahasa Indonesia)/6, dan tentukan kelulusannya, dengan ketentuan:
• Dinyatakan LULUS jika nilai akhirnya ≥ 6
• Dinyatakan GAGAL jika nilai akhirnya < 6

Acuan:
MATEMATIKA Edit1 ScrollBar1
BAHASA INGGRIS Edit2 ScrollBar2
BAHASA INDONESIA Edit3 ScrollBar3
HITUNG RATA-RATA Edit4
NILI AKHIR Edit5
KETERANGAN Edit6

• Program untuk ScrollBar1, ScrollBar2 atau ScrollBar3 adalah:
Edit1.text : = FloatToSta ( ScrollBar1. Position);
• Program untuk Button1
Var n1, n2, n3, nR, na:: Real
Begin
n 1 : = StrTo Float (Edit1.Text);
n 2 : = StrTo Float (Edit2.Text);
n 3 : = StrTo Float (Edit3.Text);
nr : Int ((n 1 + n2 + n3) / 3) ;
Edit4 . Text : = FloatToStr (nr) ;
na : = int ((3*n1 + 2*n2 + n3) / 6) ;
Edit5.Text : = FloatToStr (na) ;
IF na >=60 Then Edit6 Text : = ‘LULUS’ ;
Else Edit6 Text : = ‘GAGAL’ ;

Anjuran: Setelah RUN, ScrollBar 1,2, dan 3 belum digeser, tetapi sudah diklik pada Button, akibatnya tidak valid, sebab yang dirata - ratakan
Edit1 + Edit2 + Edit3, dimana ketiga komponen tersebut nilai-nya adalah String (text).
Sebaiknya : Property Text dari Edit1, Edit2, dan Edit3 diubah menjadi bilangan, misalnya 0 atau bilangan lain, supaya dapat dirata - ratakan atau dicari nilai akhirnya.

1.10 Buatlah suatu Aplikasi dengan menggunakan komponen2 berikut ini :


1. Komponen Memo :
Setelah di RUN maka Memo dapat diisi tulisan secara langsung.pada kotak Memo tersebut dan dapat juga diketik melalui Edit, tetapi harus diisi program sebagai berikut terlebih dulu pada Edit1.

Memo1. Text : = Edit1.Text ;

2. Komponen ComboBox, ComboBox mempunyai prilaku yang sama dengan Edit. Program pada ComboBox1 adalah
:
Memo1.Text : = ComboBox1.Text ;

Prilaku yang lain dari ComboBox adalah dapat diisi beberapa pilihan , caranya :
• Klik Property Items, lalu klik tanda …
• Lalu ketik pilihannya : misalnya :
 Mencoba Delphi , enter
 Mencoba Memo, enter
 Coba ListBox, klik Ok
3. Komponen ListBox, : ListBox dapat pula diisi pilihan (Items), caranya :
• Aktifkan ListBox, lalu klik property Items
• Lalu klik tanda …, lalu ketik pilihannya
• Misalnya:
 Kotak Memo menjadi merah, enter
 Kotak Memo menjadi biru, enter
 Kotak Memo menjadi kuning, klik Ok
4. Agar warna Memo berubah sesuai dengan items pada ListBox1, maka perlu ditambahkan komponen Button. Kemudian diisi event handler (program) sbb:

Memo1. Clear ; {memo1 supaya bersih}
Memo2. Lines.Add(ComboBox1. Text);

Arti program di atas adalah : Supaya ke dalam Memo1 ditambah suatu baris yang berisi teks yang berasal dari ComboBox1.

Memo1. Lines.Add(‘Tulisan dari List Box’
+IntToStr(List Box1. Item Index)) ;

Artinya : Pada baris lain ditulis tulisan dari ListBox dan tulisan yang berasal
dari Item (pilihan) pada ListBox. Dan nilai Item tersebuy adalah:
Item Index yang pertama nilainya 0
Item Index yang kedua nilainya 1
Item Index yang ketiga nilainya 2, dst.
Kemudian ketiklah programnya sebagai berikut:


Case ListBox1. ItemIndex of
0 : Memo1. Color : = clRed ;
1 : Memo1. Color ; = clAqua ;
2 : Memo1. Color : = clYellow ;
End ;
End ;


5. Komponen GroupBox.
Komponen ini berguna untuk menampung beberapa komponen lain.di dalamnya.
Cara menggunakan:
• Bentangkanlah sebuah GroupBox pada Form.
• Bentangkan 4 buah komponen CheckBox di dalam GroupBox dan masing masing dengan caption; Teks Berwarna Putih;Teks Cetak Miring ,Teks Cetak Tebal dan Teks Bergaris Bawah
6. Bentangkan lagi sebuah komponen Bulton yang kedua dan buat/kelik event handler berikut:
IF CheckBox1. State = Checked
Then Memo1.Font . Color = clWhite
Else Memo1.Font . Color = cl Red ;
Memo1. Font . Style = [] ;
If CheckBox2 State = cbChecked then
Memo1 . Font . Style = [fsItalic];
If CheckBox3 . State = cbChecked then
Memo1 . Font . Style = Memo1. Font . Style + [fsBold];.

7. Bentangkan lagi Button yang ketiga, yaitu untuk mengakhiri program. Ketiklah event handler (progam) nya sebagai berikut:
Application . Terminate;





2. MEMBUAT APLIKASI

2.1. Buatlah aplikasi baru
• Ubah caption dari form menjadi Aplikasi Menu.
• .Tambahkan komponen MainMenu dan PopUpMenu, komponen ini dapat dibentangkan di mana saja, karena komponen ini nonvisual (tidak nampak setelah di aplikasinya dijalankan)
• .Mengisi item item pada MainMenu,.Caranya, klik (aktipkan0 MainMenu, .klik property Items lalu klik tanda.... sehingga muncul menu Desig ner yang isinya sebuah kotak hitam yang kosong, lalu ketik-lah : &Pilihan (Tanda & dipakai untuk menyatakan Shortcut, yaitu agar tampilan huruf P berisi garis bawah.
• Kemudian.klik item /kotak yang dibawahnya, lalu ketik beberapa item kebawahnya : Kotak Edit warna &Biru
Kotak Edit warna &Menu
Kotak Edit warna &Hijau
• Sekarang klik item (kotak) yang berada disebelah kanan item pilihan tersebut di atas, lalu ketik: &KELUAR
• Dilanjutkan dengan mengisi program (event handler) pada masing-masing item dari MainMenu, klik ganda item pertama (kotak Edit warna Biru) sehingga muncul lembar Code Editor, lalu ketik program berikut ini:
Edit1 . Color:= clBlue;
• Lalu klik ganda pada item kedua ( kotak Edit warna Menu), Lalu ketik:
Edit1 . Color := clMenu;
• Klik ganda item ketiga (kotak Edit warna Hijau), lalu ketik :
Edit . Color := clLime;
• Klik ganda item KELUAR, lalu ketik programnya:
Application . Terminate;
• Kita akan melanjutkan membuat komponen PopUpMenu., dengan cara:
o .klik komponen PopUpMenu
o .klik property Items, lalu klik tanda ...
o .lalu ketiklah Item-item pada lembar Editor, yaitu sebagai berikut:
Teks warna &Kuning, tekan enter
Teks warna &Merah , tekan enter
Teks warna &Default, klik Close[X]
Untuk setiap item di atas harus diisi program, caranya adalah sebagai berikut:
.Klik ganda pada item Teks warna Kuning, lalu ketik program berikut:;
Edit1 . Font . Color := clYellow;
Klik ganda pada item Teks warna Merah, lalu ketik program berikut:;
Edit1 . Font . Color := clRed:
Klik ganda pada item Teks warna Default, lalu ketik program berikut:;
Edit1. Font . Color := clWindow . Text:
• Pilihan ( item-item ) dari PopUpMenu tidak keliatan setelah programnya dijalankan, agar bisa kelihatan maka harus dihubungkan dengan komponen lain , misalnya komponen: Edit, Label, Button, atau CheckBox, caranya klik (aktifkan) komponen yang akan dihubungkan, lalu :kik propurty PopUPMenu dilanjutkanmeng-klik segitiganya, lalu pilih PopUpMenu1

2.2. Membuat Submenu pada komponen MainMenu
• Tambahkan komponen MainMenu
• Buatlah pilihan-pilihan (item-item), caranya sebagai berikut:
o klik MainMenu1 pada Object TreeView atau boleh juga pada Form
o klik property Items, dan klik tanda ….
o Lalu ketik Item-itemnya (pilihan): Merah, Putih, Kuning
• Untuk membuat sub menunya:
o .klik salah satu, misalnya Merah
o klik kanan lagi pada Merah, lalu pilih Create Sub Menu.
o lalu ketik : misalnya Tulisan Miring, Tulisan Tebal dan Tulisan Bergaris
o .klik Close, untuk mengakhiri.
• Tambahkan sebuah komponen Memo, lalu isikan tulisan , caranya: pilih property. Lines, lalu klik tanda …. Kemudian ketik : Yang bertanda tangan di bawah ini ….dst , diakhiri dengan mengklik OK.
• Kita akan mengisi program pd item-item tersebut: caranya:
o klik item Merah, lalu klik event OnClick.
o Double Click pada item Merah ,lalu ketik programnya:
Memo1 . Color := elRed::
o klik item tulisan Miring ,lalu klik event OnClick
o .klik ganda pada item tulisan Miring, lalu ketik :

Memo1 . Font . Style := [ fsItalic];:

• Cobalah sendiri isikan program pada item-item yang lainnya.

2.3. Memakai komponen Frame.
• Frame adalah sebuah kontainer yang dapat menampung komponen-komponen lainnya. Dan frame dapat ditempatkan di dalam Form..
• Bila akan membuat frame, tutuplah terlebih dulu Form dan Unitnya tanpa disimpan.
• . klik File, New ,Frame.
• . Kemudian simpanlah Aplikasi ini dan beri nama untuk unitnya: UPening Pas dan untuk projectnya: PPeating .dpr.. Ubah projerty Nama .nya dengan Penting
• .Tambahkan komponen Button dan Edit .
• .Dan buatlah program untuk Button OnClick seperti berikut:
Edit1 . Text := ’Selamat Datang di Frame’ ;:

• Buat lagi Bolton dan berikan event handler-nya
Application . Terminate;
• Cara meletakkan Frame yang sudah dirancang ke dalam Ckomponen Palette sebagai sebuah icon.
o .Klik kanan pada lembar kerja Frame.
o .Klik Add to Palette., lalu .pilih nama Tab pada komponen Palette,misalnya: Staudard.
o .Klik tombol Change apabila perlu dengan gambar icon yang lain.
o Kilk OK
• Apabila Anda menaruh pointer mouse di atas icon frame,yang baru dimasukkan ke komponen Standard maka akan muncul namanya.
• Bila akan menghapus keberadaan icon frame tersebut, caranya::
o .Klik kanan pada icon tersebut.
o .Klik Properties , cari nama icon tersebut dalam daftar (letaknya biasanya paling bawah ).
o Klik nama icon tersebut, lalu klik tombol Delete dan ,untuk mengakhiri klik OK.
• Cara memekai icon frame yang baru dimasukkan ke Component Palette
o .Buat Aplikasi baru (klik File, New, Application) ada 2 cara:
 .Cara pertama:.Klik icon frame tersebut ,lalu bentangkan pada Form, lalu klik Yes dalam kotak Confirm.
 .Cara kedua:.Klik komponen Frames pada tab Standard,dan Klik di Form.
o .Lalu pilih salah satu nama Frame yang tersimpan, .Klik OK.
Setelah proses itu ,maka komponen dalam Frame tadi dapat digunakan seperti biasa.

2,4.Buatlah sebuah Frame.
• Tambahkan komponen Timer (dari Tab System), Label, Edit, Panel.
• .Berikan program, caranya: klik Timer1 dan klik Event OnTime.
• Klik ganda pada Timer1 ,sehingga muncul Code Editor.
• .Ketiklah programnya:
Panel1 . Caption := TimeToStr(Time) ;
Edit1 . Text := TimeToStr(Time).;
Label1 . Caption := TimeToStr(Time);.

• .Simpan: Aplikasi ini, caranya:
• .Klik File, Save Project As, lalu untuk Unit-nya beri nama: UJam.pas lalu klik Save.
• .Ketik nama untuk Project-nya : PJam,dpr, klik Save.




3..PEMAKAIAN KOMPONEN DARI TAB ADDITIONAL.

3.1.Komponen MaksEdit untuk memformat data yang masuk/dimasukkan.
• MaksEdit dapat mengontrol validasi data yang dimasukkan oleh user.
Contoh Aplikasinya::
o Tambahkan 6 Label, 6 MaskEdit, dan 2 Button.
o Ubah Caption dari Label tersebut dengan : Nama, Alamat, Kode Pos, Gaji, Tunjangan, Gaji Bersih, lalu ubah Caption dari Button menjadi PROSES dan KELUAR.
Nama: Maskedit1 PROSES
Alamat: MaskEdit2 KELUAR
Kode Pos: MaskEdit3
Gaji: MaskEdit4
Tunjangan: MaskEdit5
Gaji Bersih: MaskEdit6

• Aktifkan MaskEdit1, Klik property EditMask.
• Klik Tanda … sehingga muncul jendela Input MaskEditor.
• Kotak Imput MaskEdit , untuk mendefisinikan mask. untuk membuat definisi tersebut Anda harus tahu/memahami berikut ini

Kode Artinya
> Semua karakter yang mengikuti di ubah menjadi kapital sampai di tutup dengan tanda <,(misalnya::>LLL<LL maka 3 L yang didepan akan menjadi huruf kapital ,Sedangkan 2 L berikutnya akan tetap seperti apa yang diketik oleh User.
< Semua karakter yang mengikuti akan diubah menjadi huruf kecil sampai di tutup dengan >
< > Tidak ada perubahan ke huruf kecil atau ke huruf besar.
\ Karakter yang mengikuti dijadikan literal
L , l Menerima karakter A -Z, a-z, tanpa spasi
A, a Menerima karakter dan angka , tanpa spasi
C, c Menerima sembarang karakter, angka, tanda-tanda baca, spasi.
Kode Artinya
0 - 9 Menerima angka saja, tanpa spasi
_ (garis bawah), sebagai tempat mengetik huruf atau karakter.
: (titik dua), sebagai pemisah pada jam, menit, detik.
/ (garing) sebagai pemisah pada tanggal, bulan, tahun.
: (titik koma) sebagai pemisah tiga bagian dari Mask.
# Menerima angka, tanda plus (+), min (-), dan spasi.


• Sekarang lanjutkan pembuatan Aplikasi di atas, isikanlah kotak input Mask untuk masing - masing Mask
MaskEdit1 di isi dengan : ccccccccc;0;_
MaskEdit2 di isi dengan: cccccccccccccccc;o;$
MaskEdit3 di isi dengan: 99999;1;=
MaskEdit4 di isi dengan: 9999;1;=
MaskEdit5 di isi dengan: 9999;1;@
MaskEdit6 di isi dengan: 999999;1;=
• Masukan program untuk button1, caranya: aktifkan button1, klik event klik OnClick, klik dua kali pada Button1, ketik programnya :
MaskEdit3 . Text := FloatToStr(StrToFloat (MaskEdit1 . Text)+ StrToFloat(MaskEdit2 . Text ));
• Seperti biasa ketiklah program pada Button KELUAR:
Application . Terminate;
• .Coba di jalankan (Tekan F9), lalu masukan pada MaskEdit1 bilangan: 950 dan pada MaskEdit2 bilangan: 145, lalu klik Button1 (PROSES )









DAFTAR PUSTAKA

Hengky, (2004). Pemrograman Database Menggunakan Delphi 7.0 PT Elex Media Komputindo, Jakarta.

Inge Martina, (2000),36 Jam Belajar Komputer Delphi 5.0, PT Elex Media Komputindo kelompok Gramedia, Jakarta

Madcoms Madiun, (2002),Pemrograman Borland Delphi 7, CV Andi Offset, Yogyakarta.

kupas tuntas tentang hardisk

Harddisk adalah storage atau bisa kita bilang hardware yang berfungsi sebagai media penyimpanan data , pertama kali kita membeli harddisk , harddisk tersebut belum bisa langsung kita gunakan , kita perlu melakukan format atau partisi pada harddisk tersebut , tetapi emang ada kalanya pada beberapa toko komputer yg skrg langsung mempartisi harddisk tersebut sehingga dapat digunakan langsung oleh pembeli harddisk dikarenakan banyakna orang awam yg belum mengerti mengenai “Partisi” ini dan langsung melakukan Judge bahwa harddisk tersebut rusak dan tidak dapat digunakan .
Banyak Hal yang berhubungan dengan harddisk seperti buffer , cache , kecepatan baca ( RPM ) , kapasitas , jenis transfer data harddisk ( IDE / ATA / SATA / SATA II  ) ,  Merk Harddisk (Brand ) , paging , allocation , segmentasi , dan yang paling penting adalah “PARTISI”. saya tidak akan menjelaskan secara detail mengenai keseluruhan data di atas , tetapi saya akan memberi masukan sedikit bagi mungkin yg ingin membeli harddisk .
Partisi ( ini yg paling penting ) : Partisi sama saja dengan membagi ruang memori pada harddisk , tidak ada patokan / batasan tertentu dalam melakukan partisi pada sebuah harddisk , contoh saja pada harddisk saya WDC SATAII 320GB , saya melakukan beberapa rincian partisi seperti berikut :
Partisi I >  Berisi Windows XP dengan Size 100 GB
Partisi II > Berisi Windows Vista dengan Size 60 GB
Partisi III > Berisi Linux 9.04 dengan Size 50 GB
Paritisi IV > Sisa dari harddisk di atas berisi data yaitu 320 ( Size Full HARDDISK ) – ( 100 + 60 + 50 ) ,
Sekedar Catatan : harddisk 320 Giga tidak akan berukuran murni 320 Giga tapi mungkin hanya sekitar 300 Giga , saya beri petunjuk saja 1 MB = 1024 KB ^^ ( Loh kok di kasi petunjuk ini apa maksudnya nich ???? hehehe , coba lakuin Konversi dari ukuran GB ke MB ke KB dan temukan hasilnya , ayo2 googling ajah kalo bingung hehehehe )
apa yang perlu anda ketahui mengenai partisi ??? Patut di ketahui bahwa 1 harddisk maksimal memiliki 4 Partisi.
4 partisi ini pada windows akan berlabelkan :   C:/     ,       D:/       ,      E:/    ,     F:/
4 partisini pada linux akan berlabelkan :  hda , hdb , hdc , hdd
Tentukan Jenis Partisi berdasarkan Windows Yang kita pakai seperti berikut :
Windows 95 = FAT 16
Windowa 97 & 98 atau 98SE = FAT16 & FAT32
Windows 2000 & XP = FAT32 & NTFS
Linux = Ext2 atau Ext3
Perlu diketahui juga bahwa jenis partisi di atas memiliki batasan pada size harddisk yang di deteksi :
FAT16 = maksimal harddisk 2 GB
FAT32 = seluruh harddisk 850 MB ke atas.
NTFS = maksimal harddisk di atas 1 TeraByte
banyak tools yang dapat digunakan untuk melakukan partisi pada harddisk seperti menggunakan Power Quest Partition Magic , Norton Partition Magic . Raxco Partition Magic , Partition Commander , FDISK , dan masih banyak lagi tools lainnya , berikut contoh menggunakan Power Quest Partition Magic 8 :
http://files.softpicks.net/images/200029.png
agar lebih jelas akan saya uraikan lagi lebih detail seperti berikut :
FAT 12
Fat 12 merupakan FAT pertama kali yang digunakan dalam sistem operasi DOS pada PC IBM (1981). FAT ini menggunakan pengalokasian tabel file sebesar 12 bit, sehingga sering disebut FAT 12. Kapasitas maksimal yang terformat oleh FAT 12 adalah 4.086 Cluster, sehingga FAT ini cocok untuk harddisk berkapasitas kecil.
FAT 16
FAT 16 merupakan pengembangan dari FAT 12 yang digunakan pada sistem operasi Windows 95 versi pertama (1990). FAT ini menggunakan pengalokasian tabel file sebesar 16 bit. Kapasitas maksimal yang terformat adalah 65.526 cluster. Dan biasanya menangani harddisk kapasitas 16 MB-2.048 GB.
FAT 32
FAT 32 muncul karena FAT 12 dan 16 tidak mampu lagi mengelola harddisk berkapasitas besar. FAT ini mendukung sistem operasi windows 95C dan seterusnya. FAT ini menggunakan 28 bit cluster sedangkan 4 bitnya digumakan untuk cadangan/reserved.
NTFS ( New Technology File System)
NTFS umumnya digunakan pada sistem operasi windows NT dan keturunannya. Dibandingkan dengan sistem FAT, NTFS jauh lebih efektif dan aman dalam pengelolaan file, karena file-file NTFS dapat dienskripsi.
HPFS (High Performance File System)
HPFS digunakan pada sistem operasi OS/2 (buatan IBM). HPFS mampu membaca data lebih cepat dibandingkan sistem FAT.
VFAT
VFAT dan FAT berbeda, perbedaannya adalah kemampuan dalam mendukung penamaan file yang panjang, perbaikan performansi sistem operasi, dan kemampuan manajemen data yang baik.
Untuk menyesuaikan penggunaan file sistem dan sistem operasi dapat anda lihat pada tabel berikut ini :
File System Sistem Operasi
FAT 12 DOS versi 1.X dan 2.X
FAT 12 dan FAT 16 DOS versi 3.X-6.X dan Windows 3.X
FAT 12, 16 dan VFAT DOS versi 7 dan Windows 95A
FAT 12, 16, 32 VFAT DOS versi 7.1 dan Windows 95B/C
FAT 32 Windows 95B/C, Win98, ME, 2000 dan XP
NTFS Windows NT, 2000, 2003, dan XP
HPFS OS/2, Windows NT versi lama
EXT2, EXT3, Linux Swap Linux
BeOS BeOS  :)
Perlu diingat juga bahwa harddisk memiliki 3  Tipe Partisi ( jgn rancu mengenai  Tipe &  Jenis ) :
1. Partisi Primary
Partisi primary merupakan partisi utama pada harddisk yang memuat sejumlah file data. Fungsi dari partisi primary ini juga sebagai partisi yang pertama kali diakses komputer untuk booting.
2. Partisi Extended
Partisi extended juga merupakan partisi utama pada harddisk. Partisi extended berfungsi untuk mengatasi keterbatasan pembagian partisi. Partisi extended tidak menangani pengolahan data secara langsung. Untuk dapat menggunakan nya kita harus menciptakan partisi logical terlebih dahulu.
3. Partisi Logical
Partisi logical merupakan partisi sampingan yang terdapat partisi extended. Partisi logical mampu menampung berbagai macam file data.
Recovery File
Kita dapat melakukan Recovery pada file yang terhapus dengan menggunakan berbagai macam software , tapi software favorit saya adalah GetDataBack yang saat ini susah mencapai versi 4.00 , sungguh mudah menggunakan software ini hanya di perlukan kesabaran dalam  menunggu file recovery karena membutuhkan waktu yang lumayan lama tetapi yg terpenting adalah hasilnya , terakhir saya mencoba tingkat recovery file saya yg terhapus balik hingga mencapai 80% dari data yang hilang , AWESOME !!!!!!
Image
Defrag
Defrag / Defragmentation merupakan sebuah proses penyusunan kembali file2 pada komputer , mungkin untuk lebih mudahnya saya analogikan begini , pada sebuah perpustakaan memiliki banyak rak dan buku2 di dalamnya , kita biasa mencara buku tersebut berdasarkan abjad dan kategori yang tersedia pada rak buku tersebut ,  kemudian buku2 tersebut di pinjam oleh banyak sekali mahasiswa , kemudian ketika kita mencari buku2 itu masih dalam kondisi yang berantakan karena baru di balikkan oleh mahasiswa dan tidak pada tempatna karena itu kita mengalami kesulitan dalam mencarinya , kurang lebih defra merupakan proses penyusunan kembali pada sektor2 harddisk agar data lebih rapih , cepat ditemukan dan teratur. kurang lebih begitu analoginya
software defrag sendiri ada banyak jenisna seperti yang sering kita gunakan Windows Defragment , OODEFRAG , CC Defrag , Raxco Defrag , Commander Defrag  , Total Defrag , ASHAMPOO DEFRAG , tetapi favorit saya adalah Perfect Disk
Contoh Software Perfect Disk
Contoh Software Perfect Disk
Benchmark Harddisk
Banyak software yang dapat kita gunakan untuk melakukan benchmark / tes sejauh mana / sekencang mana harddisk kita dapat melakukan proses Read / Write  dan sejauh mana mengukur perbandingan sejenis antara harddisk yang satu dengan yang lain , kita dapat menggunakan salah satu software HDTACH untuk melakukan benchmarking , berikut contohnya :
http://forums.legitreviews.com/images/random/hdtach_1.jpg
Cek Bad Sektor
Seperti yang kita ketahui bahwa harddisk terdiri dari kumpulan sector2 yang menyimpan masing-masing data , sector2 tersebut dapat saja mengalami kerusakan karena beberapa hal bisa karena secara fisik harddisk mengalami benturan atau karena listrik yang tidak stabil ataupun karena faktor Crash lainnya , kita dapat mengecek harddisk kita bad sector atau tidak dengan menggunakan HDTUNE , HDTUNE ini free dan tidak memungut bayaran secara langsung anda dapat mendownloadna di web resminya , berikut printscreen dari HDTUNE



Transfer Rate pada Harddisk
Tingkat kecepatan data yang dapat di transfer melalui harddisk tergantung oleh Jenis Interface harddsik itu sendiri , ada banyak jenis interface seperti berikut : ATA (IDE, EIDE), Serial ATA (SATA), SCSI (Small Computer System Interface), SAS, IEEE 1394, USB, dan Fibre Channel. Jenis interface menentukan tingkat data rate atau kecepatan transfer data. Misalnya, hard disk SCSI memiliki kecepatan transfer ± 5 MHz, artinya mampu melakuan transfer data hingga 5 Mb per detik.
ATA
AT Attachment (ATA) adalah antarmuka standar untuk menghu­bungkan peranti penyimpanan seperti hard disk, drive CD-ROM, atau DVD-ROM di komputer.
ATA singkatan dari Advance Technology Attachment. Standar ATA dikelola oleh komite yang bernama X3/INCITS T13. ATA juga memiliki beberapa nama lain, seperti IDE dan ATAPI. Karena diperkenalkannya versi terbaru dari ATA yang bernama Serial ATA, versi ATA ini kemudian dinamai Parallel ATA (PATA) untuk membedakannya dengan versi Serial ATA yang baru.
Parallel ATA hanya memungkinkan panjang kabel maksimal hanya 18 inchi (46 cm) walaupun banyak juga produk yang tersedia di pasaran yang memiliki panjang hingga 36 inchi (91 cm). Karena jaraknya pendek, PATA hanya cocok digunakan di dalam komputer saja. PATA sangat murah dan lazim ditemui di komputer.

Nama standar ini awalnya adalah PC/AT Attachment. Fitur utamanya adalah bisa mengakomodasi koneksi langsung ke ISA BUS 16-bit sehingga dinamai AT Bus. Nama ini kemudian disingkat menjadi AT Attachment untuk mengatasi masalah hak cipta.

SATA
SATA adalah pengembangan dari ATA. SATA didefinisikan sebagai teknologi yang didesain untuk menggantikan ATA secara total. Adapter dari serial ATA mampu mengakomodasi transfer data dengan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan ATA sederhana.

Antarmuka SATA generasi pertama dikenal dengan nama SATA/150 atau sering juga disebut sebagai SATA 1. SATA 1 berkomunikasi dengan kecepatan 1,5 GB/s. Kecepatan transfer uncoded-nya adalah 1,2 GB/s. SATA/150 memiliki kecepatan yang hampir sama dengan PATA/133, namun versi terbaru SATA memiliki banyak kelebihan (misalnya native command queuing) yang menyebabkannya memiliki kecepatan lebih dan kemampuan untuk melakukan bekerja di ling­kungan multitask.
Di awal periode SATA/150, para pembuat adapter dan drive meng­gunakan bridge chip untuk mengonversi desain yang ada dengan antarmuka PATA. Peranti bridge memiliki konektor SATA dan memiliki beberapa konektor daya. Secara perlahan-lahan, produk bridge mengakomodasi native SATA. Saat ini kecepatan SATA adalah 3GB/s dan para ahli sekarang sedang mendesain teknologi untuk SATA 6GB/s.
Beberapa fitur SATA adalah:
  • SATA menggunakan line 4 sinyal yang memungkinkan kabel yang lebih ringkas dan murah dibandingkan dengan PATA.
  • SATA mengakomodasi fitur baru seperti hot-swapping dan native command queuing.
  • Drive SATA bisa ditancapkan ke kontroler Serial Attached SCSI (SAS) sehingga bisa berkomunikasi dengan kabel fisik yang sama seperti disk asli SAS, namun disk SAS tidak bisa ditancapkan ke kontroler SATA.
Kabel power dan kabel SATA mengalami perubahan yang cukup signifikan dibandingkan kabel Parallel ATA. Kabel data SATA menggunakan 7 konduktor di mana 4 di antaranya adalah line aktif untuk data. Oleh karena bentuknya lebih kecil, kabel SATA lebih mudah digunakan di ruangan yang lebih sempit dan lebih efisien untuk pendinginan.
SCSI
SCSI (Small Computer System Interface) dibaca “skasi” adalah standar yang dibuat untuk keperluan transfer data antara komputer dan periferal lainnya. Standar SCSI mendefinisikan perintah-perintah, protokol dan antarmuka elektrik dan optik yang diperlukan. SCSI menawarkan kecepatan transfer data yang paling tinggi di antara standar yang lainnya.
Penggunaan SCSI paling banyak terdapat di hard disk dan tape drive. Namun, SCSI juga terdapat pada scanner, printer, dan peranti optik (DVD, CD, dan lainnya). Standar SCSI digolongkan sebagai standar yang device independent sehingga secara teoritis SCSI bisa dite­rapkan di semua tipe hardware.

Berdasarkan tingkat kecepatan putarannya, hard disk jenis IDE memiliki kecepatan putaran 5.400 rpm dan 7.200 rpm. Sedangkan hard disk SCSI mampu berputar antara 10.000 s.d. 12.000 rpm.
Tingkat kecepatan putaran piringan hard disk diukur dalam satuan RPM (rotation per minute/putaran per menit). Semakin cepat putaran hard disk, maka jumlah data yang dapat dibaca oleh head semakin banyak. Demikian pula sebaliknya.
Beberapa merek hard disk yang banyak digunakan, antara lain Western Digital (WDC), Quantum, Seagate, Maxtor, Samsung, IBM, Toshiba, dan Hitachi.
Size Dan Ukuran Harddisk

Segmentasi
Segmentasi adalah sebuah bagian dari managemen memori yang mengatur pengalamatan dari memori yang terdiri dari segmen-segmen. logical address space adalah kumpulan dari segmen-segmen yang mana tiap-tiap segmen mempunyai nama dan panjang. alamat tersebut menunjukkan alamat dari segmen tersebut dan offset-nya didalam segmen-segmen tersebut. pengguna kemudian menentukan pengalamatan dari setiap segmen menjadi dua bentuk, nama segmen dan offset dari segmen tersebut (Hal ini berbeda dengan pemberian halaman, dimana pengguna hanya menentukan satu buah alamat, dimana pembagian alamat menjadi dua dilakukan oleh perangkat keras, semua ini tidak dapat dilihat oleh user).
Keuntungan lain dari segmentasi adalah menyangkut masalah pembagian penggunaan kode atau data. Setiap proses mempunyai tabel segmennya sendiri, dimana ini akan digunakan oleh dispatcher untuk menentukan tabel segmen dari perangkat keras yang mana akan digunakan ketika proses yang bersangkutan di eksekusi oleh CPU. Segmen akan berbagi ketika anggota dari elemen tabel segmen yang berasal dari dua proses yang berbeda menunjuk ke lokasi fisik yang sama. Pembagian tersebut terjadi pada level segmen, maka, informasi apa pun dapat dibagi jika didefinisikan pada level segmen. Bahkan beberapa segmen pun dapat berbagi, sehingga sebuah program yang terdiri dari beberapa segmen pun dapat saling berbagi pakai.
Paging
Membagi memory ke dalam chunks (bagian-bagian) kecil berukuran tetap dan
sama, dan membagi setiap proses ke dalam chunk berukuran sama tersebut
Chunks dari suatu proses dinamakan pages
Demand Paging atau permintaan pemberian halaman adalah salah satu implementasi dari memori virtual yang paling umum digunakan. Sistem Demand Paging pada prinsipnya hampir sama dengan sistem permintaan halaman yang menggunakan swapping, hanya saja pada sistem demand paging, halaman tidak akan dibawa ke dalam memori fisik sampai ia benar-benar diperlukan. Oleh sebab itu dibutuhkan bantuan perangkat keras untuk mengetahui lokasi dari halaman saat ia diperlukan. Daripada melakukan swapping, keseluruhan proses ke dalam memori utama, digunakanlah yang disebut lazy swapper yaitu tidak pernah menukar sebuah halaman ke dalam memori utama kecuali halaman tersebut diperlukan.
Mempartisi harddisk artinya membagi ruang memori pada harddisk. Setiap harddisk minimal harus dipartisi satu kali, dan menyesuaikan dengan sistem operasi yang akan digunakan.. Sebuah komputer yang menginstal lebih dari satu sistem operaai biasanya mempunyai beberapa partisi. Keuntungan dari partisi yang lebih dari satu antara lain dapat meminimalisir keruwetan pada sistem operasi, data dapat dibuat lebih aman, penggunaan ruang hasrddisk yang efisien, memudahkan back up data dan pencarian file.
Cache
setiap harddisk memiliki cache atau yang sering kali kita sebut buffer , cache itu sendiri merupakan tempat penyimpanan sementara. kenapa kita butuh cache ini ???kita memerlukannya untuk mempercepat proses transfer data yang lalu lang dari dan ke dalam harddisk yang berfungsi sebagai latensi transfer data akibat lambatnya sistem kerja mekanik pada sebuah harddisk .
catatan : ada jenis banyak cache pada komputer ( baik harddisk , printer , memory , L1 , L2 , L3 jgn sampai anda salah membedakannya ).
Cara Kerja Hard Disk
Hard disk menyimpan data dalam piringan dengan pola tertentu yang disebut sector dan track. Track adalah lingkaran konsentris (concentric circles), sedangkan sector adalah salah satu bagian dalam track tersebut. Data yang tersimpan di dalamnya dapat dibaca kembali dengan cara mendeteksi pola tersebut.

Dalam gambar ilustrasi di atas, track merupakan bagian yang berwarna terang yang mengelilingi hard disk, sedangkan sector adalah bagian kecil yang berwarna gelap. Sebuah sector terdiri atas byte tertentu, misalnya 256 atau 512. Kumpulan beberapa sector disebut dengan istilah cluster. Track dan sector dibuat ketika hard disk tersebut diformat.
Hard disk umumnya terdiri atas sebuah spindle yang merupakan pusat atau sumbu bagi sejumlah piringan tersebut dan sering disebut juga dengan istilah platter, tempat menyimpan data, platter motor, rangkaian elektronis atau circuit board, serta cover penutup yang melindungi komponen bagian dalam hard disk.
Platter terbuat dari bahan non-magnetik biasanya kaca atau alu­minium dan dilapisi dengan lapisan magnetik. Pada jenis hard disk model lama biasanya masih menggunakan iron oxide sebagai bahan magnetiknya. Sedangkan hard disk saat ini kebanyakan sudah meng­gunakan bahan lain, yaitu cobalt-based alloy.
Saat hard disk bekerja, platter tersebut berputar dengan kecepatan yang sangat tinggi. Data ditulis dan dibaca ke dalam platter melalui read-and-write head yang berada sangat dekat dengan permukaan platter tersebut, dengan cara mendeteksi dan mengatur tingkat magnetis pada permukaan platter secara cepat.
Platters dan head Read-and-write head Circuit board pada hard disk
Kapasitas penyimpanan pada sebuah hard disk tergantung pada jumlah platter yang dimilikinya. Semakin banyak jumlah platter, maka kapasitas hard disk biasanya juga semakin besar. Sebagai gambaran, hard disk umumnya memiliki tiga platter dan enam read-and-write head.
Gambar-gambar dari komponen hard disk bisa Anda lihat sebagai berikut.
Cover penutup hard disk
Platter, head, dan spindle hub motor

Platter motor coil

Komponen hard disk yang telah diurai
Spindel hard disk menggunakan tekanan udara di dalam hard disk untuk mendukung bagian head agar bisa mengapung ketika platter hard disk sedang bergerak. Lingkungan luar terhubung ke hard disk melalui lubang kecil yang terletak di wadah hard disk tersebut. Lubang tersebut sangat kecil dengan diameter hanya ½ mm.
Oleh karena menggunakan tekanan udara, hard disk biasa tidak bisa dioperasikan di ketinggian yang ekstrim (di atas 3000 meter), untuk keperluan tertentu ada hard disk khusus untuk keperluan peng­operasian di ketinggian.
SMART
Self-Monitoring, Analysis, and Reporting Technology, atau disingkat S.M.A.R.T., adalah sistem monitoring harddisk. Dengan SMART, harddisk mampu mendeteksi dan melaporkan berbagai indikator yang terkait dengan reabilitas data, dengan tujuan mengantisipasi terjadinya kerusakan.
Fungsi SMART
Pada dasarnya, harddisk dapat mengalami gagal fungsi berdasarkan dua pembagian kelas, yaitu:
  1. Kegagalan yang dapat diprediksi. Seperti umur mekanis, seiring lamanya penggunaan. System monitoring SMART dapat mendeteksi hal seperti ini. Harddisk dapat memberikan status, sebelum mengalami malfunction.
  2. Kegagalan yang tidak dapat diprediksi. Kerusakan seperti ini, disebabkan misalnya kerusakan komponen electronik, akibat terbakar, ataupun kerusakan fisik lainnya.
Berdasarkan data yang ada, 60% kerusakan harddisk sebenarnya dapat diprediksi waktunya. Dan ini kebanyakan disebabkan umur mekanis. SMART dapat memperingatkan penggunanya sebelum hal itu terjadi, dan memberikan kesempatan untuk melakukan tindakan preventif yang diperlukan, seperti mem-backup data.
  1. Standar dan Implementasi
SMART dipelopori oleh Compaq. Namun hampir semua produsen harddisk dan motherboard, sudah menggunakannya. Biasanya, motherboard akan menampilkan pesan pada BIOS POST report.
Meskipun demikian, masih ada beberapa masalah kompatibilitas untuk SMART. Beberapa produsen harddisk terkadang menyebut produknya SMART compatible, namun terkadang tidak untuk semua fungsi reporting yang ada pada SMART. Katakanlah dengan tidak menyertakan temperatur sensor, yang kemungkinan oleh pengguna nya diharapkan mengacu pada SMART compatible. Temperatur harddisk adalah salah satu faktor penting, yang juga akan mempengaruhi reabilitasnya.
Fasilitas baik pada motherboard juga software SMART monitoring, belum tentu mampu melaporkan semua atribut SMART. Hal ini bisa disebabkan karena keterbatasan interface yang digunakan. Katakanlah saat menggunakan harddisk eksternal, dengan interface USB ataupun FireWire. Hal yang sama juga dapat terjadi pada harddisk dengan konfi gurasi RAID mirroring. Terlebih software monitor RAID yang bekerja di dalam lingkungan sistem operasi. Hal ini dikarenakan sistem operasi tidak dimungkinkan untuk melihat harddisk secara individual, di balik konfigurasi RAID.
Merk ( Brand )
banyak merk harddisk saat ini yg beredar di pasaran. Hardisk sendiri terbagi 2 jenis yaitu Internal ( Di dalam komputer ) dan External ( Portable bisa di bawa kemana saja / di luar komputer )  tapi umumnya untuk harddisk 3.5 atau harddisk yang biasa di pakai di komputer desktop yg sering di pakai adalah “Seagate , WDC , Samsung , Quantum ( sekarang sudah tidak ada ) , Maxtor , Hitachi ” ,
sedangkan pada harddisk 2.5 atau yang biasanya di pakai di laptop dan pada saat ini suka di jadikan harddisk portable  sudah banyak sekali Jenis yang beredar di pasaran seperti merk2 : axioo ,fujitsu , hitachi , samsung , seagate , wdc  dan masih banyak lagi dan sekarang sudah ada jenis harddisk baru yaitu SSD ( SOLID STATE DRIVE ) yaitu harddisk berkecepatan tinggi yang tidak memakai piringan di dalam nya dan memiliki kecepatan baca yang jauh di atas teknologi SATA.
contoh gambar harddisk dengan teknologi IDE/PATA :
http://www.pcez.co.uk/admin/images/products/1232296781.jpg
http://www.nordichardware.com/skrivelser_img/432/hdd.ide.jpg
http://www.amabilidade2002.com/c160.jpg
contoh gambar harddisk dengan teknologi SATA :
http://www.macgurus.com/ccp51/media/images/category/sata/eSATA_TypA_lrg.jpg
http://www.upgradecomputermemory.com/images/products/large/500gb-desktop-3-5-sata-hard-drive-dhd-s500.jpg
Perbedaan Harddisk Sata VS IDE :
sata-ide_lg.jpg image by muaz
Contoh gambar harddisk dengan teknologi SSD :
http://media.akihabaranews.com/13972/SSD_PQI_1.jpg
http://ee.postech.ac.kr/esa/ssd.jpg
Perbedaan Isi Harddisk IDE/SATA VS SSD :
dapat di lihat disisi kiri adalah harddisk teknologi lama yg masih menggunakan kepingan cakram disk dan yang tengah dan kanan merupakan gambar SSD
File:Open HDD and SSD.JPG
File:Disassembled HDD and SSD.JPG
berikut saya sertakan tabel perbandingan harga untuk harddisk 3.5 pada 20 Oktober 2009 yang dapat kita lihat dari situs belanja online yang terkenal pada mangga dua yaitu www.rakitan.com atau yang sering di sebut “Quantum” , karena saya pun sering belanja disana kebetulan ^^ ( salah satu toko favorit saya , penjualannya bagus , cm kadang2 rada kesal aja karena terlalu rame tokonya dan jadi susah ngelayanin pembelinya hehehe tapi puas sama teknisinya mas jumandi kalo ga salah namanya , mau Garansi ( RMA ) barang cepat dan tanggap pelayanannya ), anda dapat menilai sendiri berdasarkan harga karena anda tahu sendiri harga tidak pernah berbohong ^^

Harddisk 3.5Inch
Hitachi 160Gb 7200 (call) 422.000,-
Hitachi 160Gb SATA II 363.000,-
Hitachi 250Gb SATA II 8Mb 387.000,-
Hitachi 320Gb SATA II 16Mb 422.000,-
Hitachi 500Gb SATA II 16Mb 511.000,-
Hitachi 500Gb 7200 716.000,-
Hitachi 1TB SATA II 16Mb 912.000,-
Samsung 80Gb SATA II 315.000,-
Samsung 160Gb SATA II 348.000,-
Samsung 320Gb SATA II 425.000,-
Samsung 1TB SATA II 950.000,-
Samsung 1.5TB SATA II 1.738.000,-
Seagate 80Gb SATA-II 2Mb 358.000,-
Seagate 250Gb SATA-II 8Mb 387.000,-
Seagate 160Gb 7200 (call) 453.000,-
Seagate 500Gb SATA-II 16Mb 496.000,-
Seagate 1TB SATA-II 32MB 912.000,-
Seagate 750Gb 7200 1.184.000,-
Seagate 1.5TB SATA II 32Mb 1.423.000,-
Seagate 2TB SATA-II 2.297.000,-
WDC 80Gb SATA-II 8Mb 346.000,-
WDC 160Gb SATA-II 8Mb 367.000,-
WDC 80Gb 7200 2Mb 389.000,-
WDC 250Gb SATA-II 8Mb (call) 396.000,-
WDC 320Gb SATA-II 8Mb 415.000,-
WDC 320Gb SATA-II 16Mb Blue 432.000,-
WDC 160Gb 7200 8Mb 458.000,-
WDC 500Gb SATA-II 32Mb Green Power 525.000,-
WDC 250Gb 7200 8Mb 561.000,-
WDC 640Gb SATA-II 16Mb Green Power 563.000,-
WDC 640Gb SATA-II Blue 597.000,-
WDC 500Gb SATA-II 32Mb Caviar Black 606.000,-
WDC 750Gb SATA-II 32Mb Green Power 683.000,-
WDC 500Gb 7200 8Mb 769.000,-
WDC 750Gb SATA-II 32Mb Caviar Black (call) 862.000,-
WDC 1 TB SATA-II 32Mb Green Power 912.000,-
WDC 1 TB SATA-II 32Mb Caviar Black 1.046.000,-
WD TV HD Player (Buat nonton film HD) 1.122.000,-
WDC 2 TB SATA II-32Mb Green Power (call)
source :  artikel ini merupakan campuran dari pengetahuan saya + http://suligiani.blogspot.com + http://www.vitanouva.net/index.php?topic=485.0;wap2 + source harga dari www.rakitan.com + http://iddhien.com/index.php?option=com_content&task=view&id=78&Itemid=106 +Mbah Google tentunya ^^